hukum bacaan surat luqman ayat 13
13 Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." 14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya.
Bacaayat Al-Quran, Tafsir, dan Konten Islami Bahasa Indonesia sederhana dan menyantuni duafa 50 hujan 51 an nisa ayat 19 52 Al-Baqarah ayat 72 53 Kayu 54 Ahmad 55 Hadis+kitab+zabur 56 al hujurat ayat 13 57 Ayat tentang niat 58 ar rahman 26 +ayat+1 82 Cahaya 83 Sunan+ibnu+majah+no+987 84 Surat Al-Imran Ayat 200 85 Surah an najm ayat 39
Kandungan Surah Luqman Ayat 13-15 ini, Allah memerintahkan kepada manusia agar berbakti kepada kedua orang tuanya dengan berusaha melaksanakan perintah-perintahnya dan mewujudkan keinginannya. seorang anak harus taat dan berbuat baik kepada bapaknya.
SurahLuqman Ayat 13-14 adalah potongan ayat yang memberi pelajaran berharga bagi kita bahwasannya kita harus menyayangi dan menghormati kedua orang tua terutama kepada ibu. Rasulullah SAW sendiri memperingatkan lewat hadits tentang menghormati ibu sebagaimana telah dibahas pada tulisan sebelumnya.
13 "dan ketika luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya," atau dia mengatakan perkataan kepadanya yang dengannya dia menasihatinya. Nasihat adalah perintah dan larangan yang disertai dengan targib dan tarhib.
Site De Rencontre Femme Pour Femme Gratuit. loading...Ada hukum tajwid yang harus diperhatikan ketika membaca surat Lukman, agar tidak keliru dalam membaca dan mengartikannya. Foto ilustrasi/ist Terdapat sejumlah hukum tajwid di surat Luqman ayat 13 dan 14 yang perlu dipahami umat muslim supaya tidak mengalami salah baca yang dapat menimbulkan salah dalam membaca Al Qur'an diharuskan untuk benar dan tartil atau dilakukan secara perlahan, serta mengetahui kapan bacaan harus berhenti dan ini sejumlah hukum tajwid di surat Luqman ayat 13 dan 14 Allah SWT berfirman وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌArtinya "Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar." QS Luqman 13 Baca Juga Hukum Tajwid Surat Luqman Ayat 131. وَاِذْقَا = Mad Thabi'i sebab "qaf berharakat fathah" bertemu "alif" dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Dibaca panjang 2 لُقْمٰنَ = Qalqalah sugra sebab qalqalah "qaf sukun" berada di tengah kalimat. Dibaca memantul ringan. 3. لُقْمٰنَ = Mad Thabi'i sebab "mim berharakat fathah" bertemu "alif" dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Dibaca panjang 2 لِا بْنِه = Qalqalah sugra sebab qalqalah "ba sukun" berada di tengah kalimat. Dibaca memantul ringan. 5. لِا بْنِه = Mad Shilah Qashirah sebab "ha" bertemu dengan huruf selain hamzah. Dibaca panjang 2 harakat. 6. يَعِظُه = Mad Shilah Qashirah sebab "ha" bertemu dengan huruf selain hamzah. Dibaca panjang 2 harakat. 7. يٰبُنَيَّ = Mad Thabi'i sebab "ya berharakat fathah" bertemu "alif" dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Dibaca panjang 2 harakat. 8. لَا تُشْرِكْ = Mad Thabi'i sebab "lam berharakat fathah" bertemu "alif" dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Dibaca panjang 2 harakat. 9. بِا للهِ۫ = Tarqiq sebab lafadz Allah didahului oleh huruf hijaiyah "ba berharakat kasrah". Dibaca dengan tipis. 10. اِنَّ = Ghunnah sebab "nun bertasydid". Dibaca dengung dengan ditahan sampai 3 harakat. 11. الشِّرْكَ = Alif Lam Syamsiyah sebab huruf "alif lam" bertemu huruf syamsiyah "syin". Dibaca meleburkan dan memasukkan ke syin. 12. لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ = Izhar sebab "mim berharakat dhammah tanwin" bertemu huruf "ain". Dibaca عَظِيْمٌ = Mad Arid Lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwakaf. Huruf mim dalam hal ini yang diwakaf. Dibaca panjang 2 sampai 6 SWT berfirman
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ الۤمّۤ ۗ Alif lām mīm. Alif Lām Mīm. تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْحَكِيْمِۙ Tilka āyātul-kitābil-ḥakīmi. Itulah ayat-ayat Al-Kitab Al-Qur’an yang penuh hikmah, هُدًى وَّرَحْمَةً لِّلْمُحْسِنِيْنَۙ Hudaw wa raḥmatal lil-muḥsinīna. sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ Allażīna yuqīmūnaṣ-ṣalāta wa yu'tūnaz-zakāta wa hum bil-ākhirati hum yūqinūna. yaitu orang-orang yang menegakkan salat, menunaikan zakat, dan meyakini adanya akhirat. اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ Ulā'ika alā hudam mir rabbihim wa ulā'ika humul-mufliḥūna. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْتَرِيْ لَهْوَ الْحَدِيْثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍۖ وَّيَتَّخِذَهَا هُزُوًاۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ Wa minan-nāsi may yasytarī lahwal-ḥadīṡi liyuḍilla an sabīlillāhi bigairi ilmiw wa yattakhiżahā huzuwān, ulā'ika lahum ażābum muhīnun. Di antara manusia ada orang yang membeli percakapan kosong untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا وَلّٰى مُسْتَكْبِرًا كَاَنْ لَّمْ يَسْمَعْهَا كَاَنَّ فِيْٓ اُذُنَيْهِ وَقْرًاۚ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ Wa iżā tutlā alaihi āyātunā wallā mustakbiran ka'allam yasmahā ka'anna fī użunaihi waqrān, fabasyyirhu biażābin alīmin. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia tidak mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya. Maka, berilah kabar gembira kepadanya dengan azab yang pedih. اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتُ النَّعِيْمِۙ Innal-lażīna āmanū wa amiluṣ-ṣāliḥāti lahum jannātun naīmi. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, baginya surga-surga yang penuh kenikmatan. خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَعْدَ اللّٰهِ حَقًّاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ Khālidīna fīhā, wadallāhi ḥaqqān, wa huwal-azīzul-ḥakīmu. Mereka kekal di dalamnya sebagai janji Allah yang benar. Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. خَلَقَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَاَلْقٰى فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍۗ وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ Khalaqas-samāwāti bigairi amadin taraunahā wa alqā fil-arḍi rawāsiya an tamīda bikum wa baṡṡa fīhā min kulli dābbahtin, wa anzalnā minas-samā'i mā'an fa ambatnā fīhā min kulli zaujin karīmin. Dia menciptakan langit tanpa tiang seperti yang kamu lihat dan meletakkan di bumi gunung-gunung yang kukuh agar ia tidak mengguncangkanmu serta menyebarkan padanya bumi segala jenis makhluk bergerak. Kami juga menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami menumbuhkan padanya segala pasangan yang baik. هٰذَا خَلْقُ اللّٰهِ فَاَرُوْنِيْ مَاذَا خَلَقَ الَّذِيْنَ مِنْ دُوْنِهٖۗ بَلِ الظّٰلِمُوْنَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ࣖ Hāżā khalqullāhi fa arūnī māżā khalaqal-lażīna min dūnihī, baliẓ-ẓālimūna fī ḍalālim mubīnin. Inilah ciptaan Allah. Maka, perlihatkanlah kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahanmu selain-Nya. Sebenarnya orang-orang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata. وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗوَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ Wa laqad ātainā luqmānal-ḥikmata anisykur lillāhi, wa may yasykur fa'innamā yasykuru linafsihī, wa man kafara fa'innallāha ganiyyun ḥamīdun. Sungguh, Kami benar-benar telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Siapa yang kufur tidak bersyukur, sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.” وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ Wa iż qāla luqmānu libnihī wa huwa yaiẓuhū yā bunayya lā tusyrik billāhi, innasy-syirka laẓulmun aẓīmun. Ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan Allah itu benar-benar kezaliman yang besar.” وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ Wa waṣṣainal-insāna biwālidaihi, ḥamalathu ummuhū wahnan alā wahniw wa fiṣāluhū fī āmaini anisykur lī wa liwālidaika, ilayyal-maṣīru. Kami mewasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Wasiat Kami, “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku kamu kembali. وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا ۖوَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ Wa in jāhadāka alā an tusyrika bī mā laisa laka bihī ilmun falā tuṭihumā wa ṣāḥibhumā fid-dun-yā marūfān, wattabi sabīla man anāba ilayyaa, ṡumma ilayya marjiukum fa unabbi'ukum bimā kuntum tamalūna. Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak punya ilmu tentang itu, janganlah patuhi keduanya, tetapi pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang biasa kamu kerjakan. يٰبُنَيَّ اِنَّهَآ اِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِيْ صَخْرَةٍ اَوْ فِى السَّمٰوٰتِ اَوْ فِى الْاَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ Yā bunayya innahā in taku miṡqāla ḥabbatim min khardalin fatakun fī ṣakhratin au fis-samāwāti au fil-arḍi ya'ti bihallāhu, innallāha laṭīfun khabīrun. Luqman berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya jika ada suatu perbuatan seberat biji sawi dan berada dalam batu, di langit, atau di bumi, niscaya Allah akan menghadirkannya untuk diberi balasan. Sesungguhnya Allah Mahalembut lagi Mahateliti. يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَآ اَصَابَكَۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ Yā bunayya aqimiṣ-ṣalāta wa'mur bil-marūfi wanha anil-munkari waṣbir alā mā aṣābaka, inna żālika min azmil-umūri. Wahai anakku, tegakkanlah salat dan suruhlah manusia berbuat yang makruf dan cegahlah mereka dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang harus diutamakan. وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ Wa lā tuṣair khaddaka lin-nāsi wa lā tamsyi fil-arḍi maraḥān, innallāha lā yuḥibbu kulla mukhtālin fakhūrin. Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia karena sombong dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri. وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَۗ اِنَّ اَنْكَرَ الْاَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِ ࣖ Waqṣid fī masy-yika wagḍuḍ min ṣautika, inna ankaral-aṣwāti laṣautul-ḥamīri. Berlakulah wajar dalam berjalan dan lembutkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” اَلَمْ تَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَاَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهٗ ظَاهِرَةً وَّبَاطِنَةً ۗوَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَّلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ Alam tarau annallāha sakhkhara lakum mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa asbaga alaikum niamahū ẓāhirataw wa bāṭinahtan, wa minan-nāsi may yujādilu fillāhi bigairi ilmiw wa lā hudaw wa lā kitābim munīrin. Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu. Dia juga menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin untukmu. Akan tetapi, di antara manusia ada yang membantah keesaan Allah tanpa berdasarkan ilmu, petunjuk, dan kitab suci yang menerangi. وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّبِعُوْا مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَالُوْا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ اٰبَاۤءَنَاۗ اَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطٰنُ يَدْعُوْهُمْ اِلٰى عَذَابِ السَّعِيْرِ Wa iżā qīla lahumuttabiū mā anzalallāhu qālū bal nattabiu mā wajadnā alaihi ābā'anā, awalau kānasy-syaiṭānu yadūhum ilā ażābis-saīri. Apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang diturunkan Allah!” mereka menjawab, “Tidak. Kami justru hanya mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami.” Apakah mereka akan mengikuti nenek moyang mereka, walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala neraka? ۞ وَمَنْ يُّسْلِمْ وَجْهَهٗٓ اِلَى اللّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰىۗ وَاِلَى اللّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ Wa may yuslim wajhahū ilallāhi wa huwa muḥsinun faqadistamsaka bil-urwatil-wuṡqā, wa ilallāhi āqibatul-umūri. Siapa yang berserah diri kepada Allah dan dia seorang muhsin, maka sungguh dia telah berpegang teguh pada buhul tali yang kukuh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan. وَمَنْ كَفَرَ فَلَا يَحْزُنْكَ كُفْرُهٗۗ اِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ Wa man kafara falā yaḥzunka kufruhū, ilainā marjiuhum fanunabbi'uhum bimā amilū, innallāha alīmum biżātiṣ-ṣudūri. Siapa yang kufur, maka janganlah kekufurannya itu membuatmu Nabi Muhammad sedih. Kepada Kamilah tempat kembali mereka, lalu Kami memberitakan kepadanya apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. نُمَتِّعُهُمْ قَلِيْلًا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ اِلٰى عَذَابٍ غَلِيْظٍ Numattiuhum qalīlan ṡumma naḍṭarruhum ilā ażābin galīẓin. Kami membiarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami memaksa mereka masuk ke dalam azab yang keras. وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ لَيَقُوْلُنَّ اللّٰهُ ۗقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ۗبَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ Wa la'in sa'altahum man khalaqas-samāwāti wal-arḍa layaqūlunnallāhu, qulil-ḥamdu lillāhi, bal akṡaruhum lā yalamūna. Sungguh, jika engkau Nabi Muhammad bertanya kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” pasti mereka akan menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Segala puji bagi Allah,” tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ Lillāhi mā fis-samāwāti wal-arḍi, innallāha huwal-ganiyyul-ḥamīdu. Milik Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allahlah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. وَلَوْ اَنَّ مَا فِى الْاَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ اَقْلَامٌ وَّالْبَحْرُ يَمُدُّهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ سَبْعَةُ اَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمٰتُ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ Wa lau anna mā fil-arḍi min syajaratin aqlāmuw wal-baḥru yamudduhū mim badihī sabatu abḥurim mā nafidat kalimātullāhi, innallāha azīzun ḥakīmun. Seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta ditambah tujuh lautan lagi setelah kering-nya, niscaya tidak akan pernah habis kalimatullah ditulis dengannya. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. مَا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ اِلَّا كَنَفْسٍ وَّاحِدَةٍ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌ Mā khalqukum wa lā baṡukum illā kanafsiw wāḥidahtin, innallāha samīum baṣīrun. Menciptakan dan membangkitkan kamu bagi Allah hanyalah seperti mudahnya menciptakan dan membangkitkan satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۖ كُلٌّ يَّجْرِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّاَنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ Alam tara annallāha yūlijul-laila fin-nahāri wa yūlijun-nahāra fil-laili wa sakhkharasy-syamsa wal-qamara, kulluy yajrī ilā ajalim musammaw wa annallāha bimā tamalūna khabīrun. Tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang, memasukkan siang ke dalam malam, dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai pada waktu yang ditentukan? Tidakkah pula engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan? ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَقُّ وَاَنَّ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ الْبَاطِلُۙ وَاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ ࣖ Żālika bi'annallāha huwal-ḥaqqu wa anna mā yadūna min dūnihil-bāṭilu, wa annallāha huwal-aliyyul-kabīru. Demikian itu karena sesungguhnya Allahlah Tuhan yang sebenar-benarnya, apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil, dan sesungguhnya Allahlah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar. اَلَمْ تَرَ اَنَّ الْفُلْكَ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِنِعْمَتِ اللّٰهِ لِيُرِيَكُمْ مِّنْ اٰيٰتِهٖۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُوْرٍ Alam tara annal-fulka tajrī fil-baḥri binimatillāhi liyuriyakum min āyātihī, inna fī żālika la'āyātil likulli ṣabbārin syakūrin. Tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut berkat nikmat Allah agar Dia memperlihatkan kepadamu sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur. وَاِذَا غَشِيَهُمْ مَّوْجٌ كَالظُّلَلِ دَعَوُا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۚ فَلَمَّا نَجّٰىهُمْ اِلَى الْبَرِّ فَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌۗ وَمَا يَجْحَدُ بِاٰيٰتِنَآ اِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُوْرٍ Wa iżā gasyiyahum maujun kaẓ-ẓulali daawullāha mukhliṣīna lahud-dīna, falammā najjāhum ilal-barri faminhum muqtaṣidun, wa mā yajḥadu bi'āyātinā illā kullu khattārin kafūrin. Apabila mereka digulung ombak besar seperti awan tebal, mereka menyeru kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya bagi-Nya. Kemudian, ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, sebagian kecil saja di antara mereka yang tetap menempuh jalan yang lurus. Tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain pengkhianat yang tidak berterima kasih. يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَّالِدِهٖ شَيْـًٔاۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ Ya ayyuhan-nāsuttaqū rabbakum wakhsyau yaumal lā yajzī wālidun aw waladihī, wa lā maulūdun huwa jāzin aw wālidihī syai'ān, inna wadallāhi ḥaqqun falā tagurrannakumul-ḥayātud-dun-yā, wa lā yagurrannakum billāhil-garūru. Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah akan hari yang ketika itu seorang bapak tidak dapat membela anaknya dan seorang anak tidak dapat pula membela bapaknya sedikit pun! Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kamu diperdaya oleh kehidupan dunia dan jangan sampai karena kebaikan-kebaikan Allah kamu diperdaya oleh penipu. اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ࣖ Innallāha indahū ilmus-sāahti, wa yunazzilul-gaiṡa, wa yalamu mā fil-arḥāmi, wa mā tadrī nafsum māżā taksibu gadān, wa mā tadrī nafsum bi'ayyi arḍin tamūtu, innallāha alīmun khabīrun. Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dia kerjakan besok. Begitu pula, tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti. Quick Links Yasin Al Waqiah Al Kahfi Al Mulk Ar Rahman An Nasr Al Baqarah At Tin Al Fatihah An Nas An Naba Al Qariah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sobat ngaji yang berbahagia. Mari kita awali pertemuan kita kali ini dengan memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta’ wujud syukur pada pagi hari ini kita akan belajar mengenai analisis hukum tajwid Surat Luqman ayat kita simak dulu terjemah atau arti dari Surat Luqman ayat 13 dan 14 berikut ini Ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan Allah itu benar-benar kezaliman yang besar.” Kami mewasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Wasiat Kami, “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku kamu langsung saja kita simak uraian hukum tajwidnya berikut iniPenjelasan secara terperinci dari hukum tajwidnya yakniقَالَ hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf qaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 hukumnya qalqalah sughra karena huruf qalqalah qaf’ disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 hukumnya qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba’ disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara hukumnya mad shilah qashirah sebab huruf ha kata ganti bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 hukumnya mad shilah qashirah sebab huruf ha kata ganti bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf ya berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 hukumnya tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah ba’ berharakat kasrah. Cara membacanya عَظِيْمٌ hukumnya idzhar karena huruf mim berharakat dhammah tanwin bertemu huruf ain. Dibaca عَظِيْمٌ hukumnya mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Huruf mim di sini yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 hukumnya mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang 2 hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 hukumnya mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. Akan tetapi bila kita mewaqafkannya pada setelah huruf ini maka panjangnya menjadi 6 hukumnya ghunnah karena huruf mim bertasydid. Cara membacanya dengung dengan ditahan sampai 3 عَلٰى hukumnya idzhar karena huruf nun berharakat fathah tanwin bertemu huruf ain. Dibaca secara وَّ hukumnya idgham bighunnah karena huruf nun berharakat kasrah tanwin bertemu huruf wau bertasydid. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf shad berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa’ berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 hukumnya mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf mim berharakat fathah. Dibaca panjang 2 لِيْ hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 hukumnya mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 hukumnya mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf daal berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. Akan tetapi bila kita mewaqafkannya pada setelah huruf ini maka panjangnya menjadi 6 hukumnya mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Huruf mim di sini yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 pembahasan dari hukum tajwid Surat Luqman ayat 13-14. Uraian yang begitu lengkap dan jelas ini diharapkan akan membantu sobat ngaji semuanya. Mudah-mudahan memberi banyak manfat kepada banyak khalayak.
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID lMvcx8AUN1PiCkQHbSkFOymm79_71NSapcMVt8Qen5bKwZOyiy7eyg==
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bagaimana kabar sahabat semua? Semoga semua selalu mendapat rahmat dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Sehat dan tidak kurang dari sesuatu apa pun. Membahas hukum bacaan Al-Quran itu penting. Kali ini kita mau bahas analisis hukum tajwid Surat Luqman ayat 13-14 lengkap dengan penjelasan atau alasannya serta latin terjemah dan artinya. Dengan mempelajari hukum tajwidnya secara rinci maka kita akan terbantu nantinya tatkala mau membaca ayat tersebut. Tentu saja kita ingin membaca Al-Quran secara benar atau tartil. Khususnya pada ayat ini dan pada ayat lainnya secara umum. Tulisan mengenai analisis tajwid seperti ini sangat berguna untuk para santri dan pelajar yang sedang menuntut ilmu. Sebetulnya tidak hanya bagi santri serta pelajar saja. Mereka yang sudah bukan seorang yang berstatus sebagai pelajar atau pun santri pun amat membutuhkan ilmu tajwid ini. Kiranya analisis tajwid ini banyak memberi manfaat buat teman-teman. Baiklah, silakan teman-teman langsung menyimak Surat Luqman ayat 13-14 berikut ini Hukum Tajwid Surat Luqman Ayat 13-14 Penjelasan dari nomor di bawah ayat 13-14 Surat Luqman di atas ialah 1. وَاِذْقَا = Mad asli atau mad thabi'i karena huruf qaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 لُقْمٰنَ = Qalqalah sughra karena huruf qalqalah qaf' disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara لُقْمٰنَ = Mad asli atau mad thabi'i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 4. لِا بْنِه = Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba' disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara لِا بْنِه = Mad shilah qashirah sebab huruf ha kata ganti bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 يَعِظُه = Mad shilah qashirah sebab huruf ha kata ganti bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 يٰبُنَيَّ = Mad asli atau mad thabi'i karena huruf ya berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 لَا تُشْرِكْ = Mad asli atau mad thabi'i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 بِا للهِ۫ = Tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah ba berharakat kasrah. Cara membacanya tipis. 10. اِنَّ = Ghunnah karena nun bertasydid. Cara membacanya dengung dengan ditahan sampai 3 harakat. 11. الشِّرْكَ = Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah syin. Dibaca idgham masuk ke huruf syin.12. لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ = Idzhar karena huruf mim berharakat dhammah tanwin bertemu huruf 'ain. Dibaca عَظِيْمٌ = Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Huruf mim dalam hal ini yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 وَصَّيْنَا = Mad layn atau mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 15. الْاِنْسَانَ = Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf sin. Cara membacanya samar-samar dengan dengung dan ditahan 3 الْاِنْسَانَ = Mad asli atau mad thabi'i karena huruf sin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 بِوَالِدَيْهِ = Mad asli atau mad thabi'i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 بِوَالِدَيْهِ = Mad layn atau mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. Akan tetapi bila kita mewaqafkannya pada setelah huruf ini maka panjangnya menjadi 6 اُمُّه = Ghunnah karena huruf mim bertasydid. Cara membacanya dengung dengan ditahan sampai 3 اُمُّه = Mad shilah qashirah sebab huruf ha kata ganti bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 عَلىٰ = Idzhar karena huruf nun berharakat fathah tanwin bertemu huruf 'ain. Dibaca secara عَلىٰ = Mad asli atau mad thabi'i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 وَهْنٍ وَّ = Idgham bighunnah karena huruf nun berharakat kasrah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 وَّفِصٰلُه = Mad asli atau mad thabi'i karena huruf shad berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 وَّفِصٰلُه = Mad shilah qashirah sebab huruf ha kata ganti bertemu dengan huruf selain hamzah. Dalam hal ini bertemu huruf fa'. Cara membacanya panjang 2 harakat. 26. فِيْ = Mad asli atau mad thabi'i karena huruf fa' berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 عَا مَيْنِ = Mad asli atau mad thabi'i karena huruf 'ain berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 عَا مَيْنِ = Mad layn atau mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf mim berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 29. اَنِ اشْكُرْلِيْ = Mad asli atau mad thabi'i karena huruf lam berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 وَلِوَالِدَيْكَ۫ = Mad asli atau mad thabi'i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 وَلِوَالِدَيْكَ۫ = Mad layn atau mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf daal berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. Akan tetapi bila kita mewaqafkannya pada setelah huruf ini maka panjangnya menjadi 6 الْمَصِيْرُ = Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf mim. Dibaca الْمَصِيْرُ = Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Huruf mim di sini yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat. Teman-teman yang berbahagia, dari penjelasan hukum tajwid di atas maka kita bisa mengetahui bahwa di dalam surat Luqman ayat 13-14 ini banyak sekali hukum-hukum tajwidnya. Dimana kalau kita merincinya maka diperoleh rincian sebagai berikutMad asli atau mad thabi'i ada 12Qalqalah sughra ada 2Mad shilah qashirah ada 4Tarqiq ada 1Ghunnah ada 2Alif lam syamsiyah ada 1Idzhar ada 2Mad arid lissukun ada 2Mad layn atau mad lin ada 4Ikhfa ada 1Idgham bighunnah ada 1Alif lam qamariyah ada 1 Latin dari Surat Luqman Ayat 13-14 yakni Ayat 13 WA IDZ QAALA LUQMAANA LIB NIHII WA YA 'IZHUHUU YAA BUNAYYA LAA TUSYRIK BILLAHI, INNASY SYIRKA LZHULMUN 'AZHIIM. Ayat 14 WA WASHAINAL INSAANA BI WAA LIDAIIHI, HAMALATHU UMMUHUU WAHNAN 'ALAA WAHNIWWA FISHAALUHUU FII 'AA MAINI ANISYKURLII WA LIWAALI DAIIKA, ILAY YAL MASHIIR. Kemudian untuk terjemah atau artinya yaitu 13. dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar". 14. dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Setelah kita menganalisis tajwidnya, tentu kita akan lebih merasa mudah dalam membaca kitab suci Al-Quran ini. Terkhusus pada ayat 13- dan 14 dari Surat Luqman. Teman-teman, rutin melakukan tadarus Al-Quran hendaknya bisa menjadi bagian gaya hidup kita. Sebagai tambahan informasi untuk teman-teman semuanya. Surat Luqman ini adalah surat yang ke-31 di dalam Al-Quran. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
hukum bacaan surat luqman ayat 13